Forum

Notifications
Clear all

Mengupas Senter Murah: Ternyata Kapasitas Baterainya Kecil Banget!

1 Posts
1 Users
0 Reactions
39 Views
Om Popey
(@om-popey)
Om Popey Admin
Joined: 4 bulan ago
Posts: 49
Topic starter  

[Review & Sharing] Mengupas Senter Murah: Ternyata Kapasitas Baterainya Kecil Banget!

Selamat malam semuanya!
Kali ini saya ingin sharing pengalaman membongkar beberapa senter murah yang banyak dijual di online shop. Walaupun harganya terjangkau dan cahayanya lumayan terang, ternyata ada hal penting yang bikin senter-senter ini terasa “nanggung”, yaitu kapasitas baterainya.


Video Youtube:

https://www.youtube.com/watch?v=K_wuSffbSnU

1. Kapasitas Baterai Sangat Kecil (Hanya 286 mAh!)

Setelah saya bongkar salah satu senter dan mengukur baterainya menggunakan LiitoKala Li-500S, hasilnya cukup mengecewakan:

  • Kapasitas baterai asli senter: 286 mAh

  • Rata-rata: 200–300 mAh saja

  • Bentuk baterai: A2 / AA versi lithium mini

Bandingkan dengan baterai bekas merk Lith yang kemarin saya tes dan masih tembus 800 mAh, padahal di bodinya hanya tertulis 750 mAh. Jelas jauh lebih baik daripada baterai bawaan senter murah.

Dengan kapasitas 300 mAh ke bawah, jangan heran kalau senter cepat redup dan harus sering-sering dicas.


2. Membongkar Senter Murah: LED-nya Ternyata Mirip Q5 KW

Ketika dibongkar, isi dalam senternya ternyata sangat sederhana. LED yang digunakan bentuknya mirip dengan LED Q5, tetapi ini versi KW-nya:

  • Struktur LED mirip Q5 dengan tiga garis di tengah

  • Namun kualitas cahaya dan ketahanan jelas beda

Sebagai perbandingan, saya tampilkan juga LED Q5 original dari K*** yang memiliki ciri garis kecil di tengah ketika dinyalakan.


3. Komponen Elektronik Sangat Sederhana

Unit senternya hanya berisi:

  • Tombol

  • Micro USB untuk charging

  • Board kecil dengan beberapa komponen

  • LED

  • Baterai kecil 200–300 mAh

Tidak ada yang spesial, wajar karena harga senternya juga hanya Rp7.000 – Rp10.000 dan bodinya dari plastik.


4. Review Beberapa Senter Murah yang Saya Coba

a. Senter plastik Rp10.000 (zoomable)

  • Mode: terang → redup → strobo

  • LED mirip Q5

  • Bisa zoom

  • Minus: baterai kecil sekali (tanam), cepat habis

b. Senter kerja mini (LED atas + COB samping) – Rp7.000

  • Dua mode

  • Lumayan terang

  • Mudah dipakai sebagai lampu kerja sebentar

  • Baterai tanam, kecil, cepat habis

c. Senter 3 LED yang viral

  • Ada magnet

  • 4 mode: terang → redup → strobo → SOS

  • Charging sudah Tipe-C

  • Minus: baterai masih kecil seperti sebelumnya

d. Lampu dinding tenaga surya (solar)

  • LED banyak, seolah-olah kuat

  • Tapi baterainya… tetap A2 kecil 300 mAh

  • Ada sensor cahaya & gerak

  • Hanya menyala beberapa menit/daya redup


5. Bisa Dimodifikasi? Bisa Banget!

Untuk model yang lebih besar seperti lampu dinding solar, modifikasi masih memungkinkan. Contohnya:

  • Baterai A2 diganti dengan sel laptop bekas

  • Misalnya 18650 kapasitas 2000–3000 mAh

  • Bahkan bisa dipasang dua sel jika mau repot memodifikasi casingnya

  • Hasilnya akan jauh lebih awet dan terang

Tetapi untuk senter kecil dengan casing plastik tipis, modifikasi lebih berisiko karena:

  • Casing mudah rusak saat dibongkar

  • Tidak rapat saat dipasang kembali

  • Ruang sempit untuk pasang baterai lebih besar


6. Kesimpulan: Worth it atau Tidak?

Jika hanya untuk coba-coba, penasaran, atau keperluan darurat sebentar, senter murah ini masih bisa dipakai.

Tetapi secara umum:

Senter murah dengan baterai tanam 200–300 mAh itu cenderung tidak worth it.

Lebih baik memilih:

  • Senter dengan bodi aluminium

  • Menggunakan baterai 18650

  • Kapasitas lebih besar

  • Bisa diganti saat habis

  • Lebih tahan lama untuk kegiatan outdoor, camping, perjalanan malam, dll.


Silakan kalau ada yang ingin sharing juga tentang pengalaman menggunakan senter murah atau tips modifikasi lainnya. Kita diskusi di bawah!

Terima kasih dan selamat malam!



   
Quote
Share: